Makin Jadi Tren, Intip Koleksi Piyama

Bernuansa Kekayaan Alam Indonesia

14 JANUARI 2021

Belakangan popularitas piyama kembali bersinar di tahun 2020. Bukan hanya sebagai pakaian tidur, piyama kini masuk dalam jajaran item fashion yang wajib dimiliki.

Melansir dari Majalah Instyle, tren mengenakan piyama kembali naik daun akibat agenda karantina mandiri yang berkepanjangan. Orang-orang yang kian menyukai outfit yang simple, beranggapan bahwa paduan piyama dengan aksesoris yang tepat, juga layak dijadikan ide Outfit of the Day yang menarik.

“Tren dwifungsi piyama tersebut lantas menginspirasi Wearing Klamby untuk menciptakan piyama yang tidak hanya nyaman dikenakan saat tidur, tapi juga cocok dijadikan item fashion yang bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” kata Nadine Gaus, pendiri sekaligus Creative Director Wearing Klamby, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Selasa, (22/12/2020).

Untuk itu, dalam koleksi akhir tahunnya, Wearing Klamby akan meluncurkan piyama bertemakan kekayaan alam pulau Dewata kepada pencinta fesyen di Tanah Air.

Nadine Gaus, mengatakan, bahwa ini bukan kali pertama WearingKlamby mengadopsi kekayaan Nusantara sebagai tema besar koleksinya. Sejak awal kehadirannya di belantika
industri ‘modest fashion’, WearingKlamby setia pada visi misinya yang ingin mengenalkan budaya dan kekayaan alam Indonesia di setiap koleksi terbarunya.

Melengkapi koleksi Gadang Series dan Mbaru Niang Series, kali ini WearingKlamby dengan bangga mempersembahkan Bali Series sebagai koleksi teranyarnya.

Koleksi Bali Series ini terbilang cukup spesial. Karena tidak hanya akan menampilkan Blouse dan Tunik seperti koleksi-koleksi sebelumnya. Namun, WearingKlamby juga akan mengikutsertakan Pajama, Prayer Set dan Prayer Mat dalam jajaran koleksi Bali Series.

Nadine Gaus, mengungkapkan bahwa koleksi Pajama Bali Series akan menampilkan keindahan flora dan fauna khas Bali. Pattern desain yang terinspirasi dari Bunga Kamboja Bali, Bunga Buah Majegau, dan Burung Jalak Bali menjadi highlight utama yang menghiasi koleksi piyama premium ini.

Ia mengatakan, paham bahwa fesyen merupakan salah satu medium yang mampu merefleksikan nilai-nilai budaya dari sebuah peradaban. Oleh karenanya, ia berkomitmen untuk selalu menghadirkan desain dan motif yang tidak hanya nikmat dipandang mata, namun juga mengandung makna di baliknya.

Seperti penggunaan Bunga Buah Majegau misalnya. Di Bali, Majegau melambangkan pengorbanan suci untuk memelihara hidup dan membersihkan batin manusia.

Sedangkan Bunga Kamboja dapat diartikan sebagai sari alam yang membawa pencerahan dan sari-sari kebaikan. Adapun Burung Jalak Bali merupakan spesies endemik Bali yang memiliki surai yang indah dan suara yang merdu.