Tidak hanya keindahan alam Indonesia saja yang indah, tetapi banyak juga cerita dan epik mitos yang terjadi di Indonesia sejak dahulu kala. Sureq Galigo, I La Galigo, atau Galigo, yang juga disebut sebagai La Galigo menjadi cerita yang menginspirasi Klamby untuk menanamkan pattern cantik dalam series terbaru.

“Pemilihan tema La Galigo ini tak jauh disesuaikan dengan brief awal kita, Sulawesi series. Lalu, berdasarkan itu kami mulai research mulai dari objek wisata dan tempat – tempat yang terkenal dan unik di daerah Sulawesi. Nah, saat itu lah aku menemukan Epik La Galigo ini. Pas aku baca lebih jauh, ceritanya lucu, unik dan ada sisi romantismenya. Ungkap Nadia Nafitri, sebagai Head of Textile Wearing Klamby. 

La Galigo menceritakan tentang Pangeran Sawerigading, Putra Raja Luwu yang handal melaut pada zaman itu. Keahlian Sawerigading yang handal melaut ini Klamby terapkan dalam pattern berbentuk kerang, dimana pada zaman dulu para pelaut handal mengandalkan kerang dan bintang sebagai alat navigasi saat melaut.

Pattern kerang dan bintang La Galigo series

 

Adapula cerita selanjutnya, dimana Sawerigading pergi melaut untuk mengejar cintanya ke dataran Cina, yakni kerajaan Tiongkok. Sawerigading hendak untuk mempersunting putri kerajaan Tiongkok, We Cudai. Dengan kapalnya, Sawerigading berhasil mendarat di Tiongkok dan mempersunting wanita dambaanya. Cerita pengejaran cinta yang indah ini Klamby terapkan dalam pattern berbentuk bunga-bunga dengan ombak cantik yang terukir dalam pattern series La Galigo Klamby.

 

Pattern ombak dan bunga lambang pengejaran cinta Sawerigading

Tidak sampai situ, aksi dramatis Sawerigading dilanjutkan saat perjalanan pulang ketika kapalnya dihantam gelombang besar. Kejadian ini terjadi di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Bulukumba. Puing kapal Sawerigading terpental hingga 3 wilayah yaitu Ara, Tana Beru, dan Lemo – Lemo. Dalam perakitannya kapalnya kembali, Sawerigading dibantu oleh masyarakat lokal dengan membuat skala yang lebih megah dan besar. 

Akhirnya kapal tersebut gagah kembali dan dikenal sebagai Pinisi, yakni sebuah kapal yang tanggung dan mampu melawan ombak. Kejadian ini juga Klamby ceritakan dalam pattern Ombak, sebagai simbol awal lahirnya kapal Pinisi yang berhasil Sawerigading ciptakan dengan bantuan masyarakat lokal.

Pattern lambang Ombak yang indah

Dalam series La Galigo ini, Klamby menampilkan style yang Chinoiserie yang komposisinya mirip dengan Batik Pecinan. Style China Serie ini merupakan akulturasi style dari Cina, dimana unsur style ini diambil dari cerita Sawerigading yang jatuh hati kepada We Cudai, putri kerajaan Tiongkok. Melalui cerita La Galigo, Klamby juga turut ingin menunjukkan bagaimana kayanya Indonesia dari sisi kekayaan alam maupun budaya. Banyak sekali sejarah dari berbagai suku & ras Indonesia yang dapat dikulik dan menjadikannya indah dalam setiap pattern yang akan Klamby luncurkan untuk selanjutnya.

                       

Koleksi terbaru ini hanya sebagian dari refleksi dari keindahan dan kekayaan dari warisan budaya yang Indonesia miliki. Oleh karena itu, Klamby terinspirasi untuk terus memberikan edukasi dan cerita yang memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui pattern dan modest fashion